Wisata Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat




Bicara tentang bangunan Monumen nasional (monas) bagi warga negara indonesia pastinya sudah sangat familiar sekali .

Sejarah Monumen Nasional ( Monas) 

Awal pembangunan monumen nasional di adakan sayembara perencanaan yang di gelar tahun 1955
Contoh replika dari Monas sendiri ada 51 karya akan tetapi hanya ada satu yang dipilih. Hasil karya desain Monas yang dibuat Frederich Silaban berhasil terpilih karena memenuhi kriteria dari sayembara tersebut dimana memperlihatkan lambat bangsa Indonesia dari segi karakter hingga mampu bertahan dalam jangka lama.

Namun, dalam perjalanannya Presiden Soekarno masih kurang menyetujui desain dari Frederich Silaban, sehingga dibentuklah lingga dan yoni oleh Sukarno. Hasil akhir desain Monas telah rampung diselesaikan Frederich, namun sayang dana yang dibutuhkan dalam proses pembuatan terbilang tinggi. Pada saat itu ekonomi Indonesia masih belum membaik sehingga Presiden Sukarno meminta bantuan dari seorang arsitek bernama R.M Soedarsono untuk merampungkan desain Monas.

Soedarsono telah memberi konsep baru pada Monumen Nasional dimana menyematkan angka 17,8 dan 45 yang mana memperlihatkan sebuah momen kemerdekaan Indonesia yakni 17 Agustus 1945. Kemudian proses pembangunan Monas berada di atas lahan seluas 80 hektar kemudian dimulailah pembangunannya pada 17 Agustus 1961.

Dari bentuk utuh Monas terdapat beberapa bagian penting mulai dari lidah api, pelataran puncak, pelataran bawah, hingga Museum Sejarah Perjuangan Nasional. Menariknya seluruh bangunan Monas setinggi 132 meter tersebut telah dilapisi oleh marmer sehingga memberi ketahanan tinggi. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat beberapa bagian Monas yang juga memberi keunikan tersendiri.

(Sumber : https://www.museumjakarta.com/monumen-nasional-jakarta)

Bagian Bagian Monumen nasional 

1. Lidah Api 

    terdapat bagian lidah api dimana terbuat dari bahan perunggu dengan tinggi 17 meter berdiameter 
   6 meter ditambah beratnya mencapai 14,5 ton. Tidak hanya itu, dari lidah api ini juga mendapat 
   lapisan emas seberat 45kg yang terdiri dari 77 bagian kemudian disatukan.

2. Pelataran Puncak 

    Berikutnya ada pelataran puncak dimana memiliki luas mencapai 11x11meter kemudian dari akses 
    menuju pelataran puncak tersedia lift hingga tangga darurat. Pengujung bisa melihat suasana kota 
    Jakarta dari pelataran puncak bahkan bila beruntung pengunjung juga dapat melihat pemandangan 
    Gunung Salak hingga Kepulauan Seribu. 

3. Cawan Monas 
    
   Dibagian bawah monas ada pelataran yangg berbentuk Cawan dengan luas mencapai 45×45 meter. 
   Jarak antara tinggi Monas hingga pelataran bawah mencapai 17 meter, dan pengunjung bisa melihat
   taman monas yang menjadi salah satu hutan di jakarta.

4. Museum Sejarah Perjuangan Nasional 
 

   Museum ini terletak di bawah tanah berisi tentang sejarah indonesia pada zaman kerajaan dan 
   perjuangan para pahlawan .

Sebelum naik ke puncak Monas  pengunjung di sediakan mobil penjemputan yang telah di sediakan di halte yang telah di sediakan,kemudian membeli tiket di loket  tiket untuk ke puncak 15.000 untuk orang dewasa sedangkan untuk Mahasiswa 8000 , Siswa Sekolah 5000 , info terbaru 7 April 2019 .
Selamat berlibur mudah mudahan liburnya menyenangkan.








  

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »